banner 728x250

Wabup Mimik Idayana, Sidoarjo Minta Solusi Konkret Penanganan Luberan Lumpur Lapindo Sidoarjo

Sidoarjo, suaraharapan.online

Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus berupaya
melakukan penanganan luberan lumpur Sidoarjo yang terjadi sejak Jumat kemarin,
(10/7). Luberan lumpur terjadi di titik P10D yang berada di sisi Utara dan Barat pusat
semburan. Titik tersebut sangat dekat dengan jalur rel kereta api dan jalan raya
Porong. Saat ini PPLS sedang melakukan penanganan darurat berupa peninggian
tanggul yang bocor.


Pagi tadi kondisi luberan lumpur yang diduga akibat penurunan tanah disekitar tanggul
tersebut mendapat perhatian anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono.
Kedatangan wakil rakyat tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj.
Mimik Idayana dan Kepala Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu (SNVT) Pusat
Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum Mahdani serta Ketua Tim Perencanaan Teknik PPLS
Arif Firmanto.


Wabup Sidoarjo Mimik Idayana berharap pihak PPLS segera mencarikan solusi
kongkret penanganan luberan lumpur yang terjadi. Pasalnya kondisi kebocoran
tanggul seperti itu sangat membahayakan. Luberan lumpur itu akan menggenangi jalur
vital jika tidak segera dibenahi. Ia berharap dampak bencana lumpur itu tidak terulang
kembali. Keselamatan warga Sidoarjo harus menjadi prioritas utama penanganan
lumpur Sidoarjo.


“Segera carikan solusinya dan selesaikan agar wargaku selamat. Karena apa? warga
yang tertimpa bencana 20 tahun kemarin itu belum selesai, jangan sampai terulang.
Segera carikan solusinya, itu harapan saya,” ucapnya.


Wabup Sidoarjo Mimik Idayana juga mengatakan Pemkab Sidoarjo terus berkomitmen
dalam upaya penanganan lumpur Sidoarjo. Komunikasi dan koordinasi dengan pihakpihak terkait akan terus dilakukan. Ia ingin penanganan luberan lumpur saat ini dapat
segera tuntas. Dengan begitu masyarakat Sidoarjo tidak kembali dibayang-bayangi
kejadian semburan lumpur 20 tahun silam.


“Kita tetap akan komitmen untuk membantu atau komunikasi dengan panjenengan dari
Kementerian PU dan DPR RI,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono juga meminta luberan lumpur
Sidoarjo segera ditangani dengan cepat. Jika tidak akan membahayakan keselamatan masyarakat bahkan dampaknya pada perekonomian nasional.


Jika tidak segera ditanggulangi, ini akan menjadi lebih besar lagi dan bisa
menghambat transportasi publik atau logistic karena ini jalan nasional, jadi tidak hanya
membahayakan keselamatan, tapi juga ekonomi kita bisa terhambat, perekonomian di
Jawa Timur dan nasional bisa terhambat,” ujarnya.


Untuk itu Bambang Haryo Soekartono meminta penanganan serius luberan lumpur
tersebut. Seperti dengan memperbesar volume pembuangan lumpur ke sungai
Porong. Terutama volume air lumpur yang harus dipercepat pembuangannya. Selain
itu dinding-dinding tanggul lumpur harus diperkuat kembali.


“Saya minta untuk serius penanganan pembuangan lumpur menuju ke sungai.
Terutama airnya. Jadi airnya yang perlu kita percepat untuk pembuangan. Terus yang
kedua, perkuat semua dinding-dinding lumpur Lapindo ini,” mintanya.


Bambang Haryo Soekartono juga meminta Pemkab Sidoarjo segera merealisasikan
early warning system. Sistem peringatan dini potensi bencana tersebut sangat penting
agar warga dapat segera melakukan evakuasi. Dengan begitu korban jiwa dan
kerugian material akibat bencana tersebut dapat diminimalisir.


“Bu Wabup untuk merealisasikan early warning system, yaitu peringatan dini. Itu
supaya warga dapat segera melakukan evakuasi jika terjadi kejadian bencana karena
sisi ini ada ribuan atau mungkin ratusan ribu masyarakat yang bisa terdampak,”
ucapnya.


Sementara itu Ketua Tim Perencanaan Teknik PPLS Arif Firmanto mengatakan
penurunan tanah memang terjadi pada tanggul lumpur. Dari data pengukuran yang
dilakukannya, penurunan tanggul lumpur rata-rata terjadi setengah meter pertahun.
Dari 11 kilometer tanggul lumpur tersebut terdapat titik-titik yang mempunyai
kerawanan. Salah satunya di titik P10D. Titik yang berada di sisi Utara dan Barat pusat
semburan yang juga berdekatan langsung dengan jalur rel kereta api dan jalan raya
Porong.


“Jadi penurunannya rata-rata untuk titik ini adalah 0,5 meter per tahun. Tapi dari 11
kilometer ini variatif, Pak. Memang di area tanggul yang sisi Selatan relatif stabil
daripada tanggul yang sisi lainnya, terutama yang di sisi Barat ini,” ucapnya.


Arif menyampaikan penyebab penurunan tanggul lumpur karena kondisi geologi. Ia
menerangkan kondisi geologi di Sidoarjo adalah daerah endapan sedimen. Daerah
endapan sedimen tersebut yang mengakibatkan daya dukung tanah rendah.
Kemudian pengaruh dari adanya dua sesar atau dua patahan aktif, yaitu sesar Siring
dan sesar Watukosek.


“Jadi memang kalau kita menghitung stabilitas bahwa beban yang kita timbun itu akan
berpengaruh terhadap stabilitas. Ini juga akan kita hitung kembali, Pak. Ini kita perlu
lakukan hitung sampai elevasi berapa nanti kita akan lakukan peninggian timbunan
yang baru nanti,”jelasnya.


Saat ini lanjut Arif, penanganan luberan lumpur Sidoarjo dilakukan dengan peninggian
tanggul. Alat berat terus bekerja untuk menambah ketinggian tanggul lumpur.
Tingginya sekitar 1 meter. Pekerjaan tersebut masih bersifat darurat sebelum
dilakukan penghitungan elevasi untuk menentukan tingginya timbunan tanggul yang baru Ini sebetulnya penanganan darurat, peninggian darurat ini sekitar 1 meter Pak, kita
sebetulnya juga tambah 0,7 meter,” ucapnya


Ia juga pastikan tidak terjadinya penambahan volume semburan yang menyebabkan
luberan lumpur. Menurutnya jika dibandingkan 20 tahun lalu, volume semburan
memang jauh menurun. Dari awal semburan sekitar 100.000 sampai 120.000 meter
kubik per detik. Sedangkan dari pengukuran saat ini, rata-rata adalah 27.000 sampai
32.000 meter kubik per hari.


“Kalau kita bandingkan dari 20 tahun lalu memang jauh ada penurunan, Pak. Dari
awal-awal 20 tahun itu sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Dari
pengukuran kita rata-rata saat ini adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik per hari,”
ungkapnya. (Kin)

banner 325x300