Ngawi, suaraharapan.online
Tadarus Budaya merupakan salah satu kegiatan seni budaya yang menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Ngawi. Dalam kegiatan ini, puluhan Seniman Reog Ponorogo mrlakukan atraksi di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Pendopo Wedya Graha Pemerintah Kabupaten Ngawi. Sabtu (7/3/26) malam.
Ribuan masyarakat berjubel menonton atraksi Reog Ponorogo yang ditampilkan oleh puluhan seniman Reog yang ada di Kabupaten Ngawi, bahkan ada yang dari luar daerah ikut tampil.
Selain memberikan hiburan, acara ini juga menjadi ruang berkumpul bagi para pelaku seni tradisional untuk saling bertukar pengalaman.
Suara khas terompet dan tetabuhan terdengar bersahut-sahutan diiringi senggakan khas warok ikut memecah suara rintik hujan yang turun sejak malam. Puluhan penari jatilan yang didominasi muda-mudi Ngawi tampil di tengah arena.
Tadarus Budaya kali ini, sebanyak 25 paguyuban Reog turut ambil bagian. Sementara itu, di Kabupaten Ngawi sendiri tercatat sekitar 45 paguyuban Reog. Bahkan, jumlah seniman Reog di daerah tersebut mencapai lebih dari 500 orang.
Acara ditutup dengan penampilan puluhan penari yang secara serentak mengangkat topeng dadak merak.
Diketahui, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko bersama beberapa Kepala OPD Kabupaten Ngawi terlihat hadir menyaksikan acara budaya tersebut.
“Kami dari pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan dari dulur-dulur paguyuban reog di Ngawi ini. Ini kegiatan positif yang harus kita dukung untuk melestarikan budaya bangsa,” ujar Wakil Bupati Ngawi yang akrab dipanggil Antok.
Di sisi lain, Ketua Panitia Tadarus Budaya Ngawi, Sasmito, mengatakan kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi para seniman Reog di Kabupaten Ngawi. Apalagi, momentum Ramadan dinilai tepat untuk mempererat kebersamaan antar paguyuban.
“Kami berusaha mengumpulkan teman-teman seniman Reog untuk bersilaturahmi di bulan suci Ramadan ini. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlangsung dan memperkuat kebersamaan tanpa membedakan paguyuban,” kata Sasmito. (Pdy/Gg)
















