Poto Dok. Tempat Pembuangan Sampah Dan Kondisi Yang Sangat Ektrim Dijadikan Tempat Pedagang Takjil
Ngawi, suaraharapan.online
Nuansa pada awal puasa Ramadan 1447 H dibanding dengan puasa Ramadan memasuki hari ketujuh di Kabupaten Ngawi terasa sangat berbeda.
Pasalnya sanga sederhana. Pertama karena banyak para wanita yang terpaksa meninggalkan puasa disebabkan oleh kodrati datangnya haid, kedua karena anak – anak dibawah umur yang dilatih oleh para ortunya mengetahui para ibunya tidak berpuasa, semangat mereka mengendur. Itulah hasil penelitian dari awak media dilapangan.
Mengutip apa yang disampaikan kepada awak media oleh kepala disparpora ngawi wiwien Purwaningsih selasa ( 24/02/2026) yang mana telah melibatkan pentingnya kepolisian, satpol P.P., Dishup, Diskominfo dan berkoordinasi dengan lintas OPD setempat.
“Dalam periode 19 hingga 23 Februari 2026, Disparpora memberikan dukungan penuh permasalahan lintas OPD,Kepolisian, Satpol P.P., Dishub, turut dilibatkan dalam kelancaran kegiatan”,
Demikian dijelas Wiwien Purwaningsih, yang lebih lanjut dia memaparkan bahwa untuk menyiapkan fasilitas dasar seperti penyediaan listrik, air bersih hingga lokasi representasi disiapkan dengan matang”, demikian Wiwien Purwaningsih.
Lebih lanjut paparan Kadispora Kabupaten Ngawi juga menjelaskan bahwa untuk fasilitas dasar seperti penyediaan listrik, air bersih hingga lokasi yang representatif disiapkan dengan matang. Pengamanan aset pedagang juga difasilitasi penitipan gerobak agar pelaku usaha merasa aman dan nyaman.
Kepala Disparpora Ngawi menegaskan bahwa Senja Ramadan bukan sekedar agenda rutin melainkan juga sebagai ruang pemberdayaan yang harus diperkuat setiap tahun pelaksanaannya.
Untuk fenomina yang terjadi di Kabupaten Ngawi banyak hal yang belum pernah terjadi ditahun – tahun sebelumnya. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi yang dialami oleh penduduk Ngawi yang merantau dan melaksanakan pengalamannya di Ngawi.
Bisa dicontohkan misal istilah ” ngabuburit ” yang mengandung arti saat menantikan waktu berbuka pusasa banyak penduduk pribumi Kabupaten Ngawi yang melaksanakannya dan mendappat dukungan dari Pemerintah setempat melalui Disparpora karena bisa mendongkrak peningkatan terhadap kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan, demikian yang disampaikan Kadisparpora Kabupaten Ngawi.
Tidak mengherankan jika pada saat menjelang buka puasa warga masyarakat Ngawi menkadikan jalan diberbagai ruas jalan menjadi hidup, ramai berbeda dengan hari – hari biasa. Namun pengguna jalan tetap merasa aman dan nyaman karena adanya pihak terkait yang sudah mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. ( pdy )
















