banner 728x250

Wabup Mimik Tanam Pohon Manggis di Bawaslu Sidoarjo, Simbol Integritasdan Kejujuran

Sidoarjo, suarahrapan.onlinr

Pohon manggis yang ditanam di halaman Kantor Bawaslu
Kabupaten Sidoarjo, Jumat (9/10/2026),

Oeh Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana
tidak sekadar untuk penghijauan. Buah itu menjadi simbol kejujuran. Pengingat bahwa
integritas harus tampak dalam perkataan dan perbuatan dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawab.

Mimik tidak sendiri dalam penanaman pohon manggis itu. Ketua Bawaslu Sidoarjo
Agung Nugraha, Ketua DPRD Sidoarjo H Abdillah Nasih, Kepala Dinas Lingkungan
Hidup dan Kebersihan Sidoarjo Arif Mulyono, dan Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo
Sabiano Mariano juga turut serta.

Mimik Idayana mengapresiasi kegiatan yang menggabungkan upaya penghijauan
dengan kejujuran dan penguatan nilai-nilai integritas Bawaslu dalam menjalankan
pengawasan Pemilu. Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu bentuk
kepedulian bersama untuk mewujudkan lingkungan Sidoarjo yang lebih asri.
”Ini salah satu bentuk kepedulian Bawaslu untuk menjadikan Sidoarjo asri.

Bawaslu
memiliki tanaman andalan, yaitu pohon manggis, yang bagian luar dan dalamnya
sama. Ini melambangkan kejujuran, tidak ada kemunafikan di dalamnya. Sejalan
dengan prinsip Bawaslu, jujur tanpa batas,” ujar Mimik.

Ia juga mengingatkan bahwa kejujuran merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah pekerjaan. Nilai tersebut harus menjadi pegangan setiap orang agar dapat membangun kepercayaan dan menjaga tanggung jawab yang diberikan.

“Jujur itu memang harus, karena kejujuran ibarat fondasi diri kita. Kalau kita ingin
selamat, ya harus jujur,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Agung Nugraha menjelaskan
bahwa penanaman pohon manggis tidak hanya bertujuan mendukung penghijauan.Tetap juga menjadi penanda pengingat integritas bagi seluruh jajaran Bawaslu.

“Komitmen kita bersama adalah bagaimana menghijaukan Sidoarjo sekaligus
menyedekahkan kesempatan hari ini untuk membangun oksigen bagi anak cucu kita
ke depan. Karena itu, kami melakukan penanaman pohon bersama PKBM,” jelasnya. Agung menambahkan, pohon manggis dipilih sejalan dengan upaya Bawaslu menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Filosofi manggis diharapkan menjadi
pengingat bagi pimpinan maupun seluruh sekretariat agar senantiasa menjaga
kejujuran, konsistensi, serta kesesuaian antara perkataan dan tindaka menjelaskan, jumlah kelopak pada bagian luar buah manggis menggambarkan
jumlah ruang atau bagian isi di dalamnya.

Filosofi tersebut menjadi simbol bahwa
integritas harus tercermin secara utuh, baik dalam perkataan maupun tindakan.
Melalui penanaman pohon integritas tersebut, diharapkan nilai kejujuran tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diterapkan dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan tata kelola kelembagaan.

Kegiatan itu menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat integritas, menjaga netralitas, serta meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dalam penyelenggaraan Pemilu sekaligus mendukung program Jumpa
Berlian dan Jumat Sehati Bawaslu RI.(Kin)

banner 325x300