Sidoarjo, suaraharapan.online
Pemkab Sidoarjo terus berusaha mempercepat penyelesaikan
proyek pembangunan frontage road untuk mengurai kepadatan lalu lintas dari arah
Waru menuju Kota Sidoarjo.
Sekarang ini, upaya itu dilakukan dengan mempercepat penuntasan di ruas Buduran.
Targetnya, pada tahun baru nanti jalur tersebut sudah bisa terbuka dan dinikmati oleh
masyarakat.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air
(DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Mohammad Machmud, Pemkab Sidoarjo
menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kejaksaan Negeri Sidoarjo
untuk mempercepat pembongkaran bangunan terakhir yang berada di persimpangan
jalan tersebut.
Langkah kolaboratif ini ditargetkan tuntas sepenuhnya dalam pekan ini agar pekerjaan
fisik jalan dapat segera dikejar.
“Pemkab Sidoarjo memproyeksikan seluruh ruas jalan pendukung tersebut beroperasi
secara penuh untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang libur
Tahun Baru 2027,” kata Machmud, Jumat (9/10/2026).
Disebutnya bahwa kesepakatan percepatan pembongkaran merupakan hasil dari
koordinasi lintas instansi yang intensif.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi secara komprehensif, baik dari pihak KAI,
Kejaksaan, maupun tim teknis terkait. Dari hasil pertemuan tersebut, telah disepakati
bahwa paling lambat pada hari Senin mendatang, bangunan terakhir ini sudah selesai
dibongkar secara total,” ungkapnya.
Sesuai tenggat yang disepakati, pembongkaran struktur bangunan di lokasi
ditargetkan selesai maksimal pada Senin (12/10/2026). Segera setelah lahan bersih,
tim teknis lapangan akan langsung mematangkan pemataan tanah guna menyiapkan
fondasi konstruksi.
Terkait status aset, Machmud menegaskan bahwa seluruh material sisa
pembongkaran bangunan akan dikembalikan dan diserahkan secara tertib kepada PT
KAI selaku pemilik resmi atas lahan tersebut.
Proyek frontage road ruas Buduran memiliki total panjang sekitar 350 meter dengan
lebar badan jalan berkisar antara 7 hingga 8 meter. Pengerjaan teknisnya terbagi
dalam dua segmen utama, yang masing-masing membentang sepanjang 150 mete Pemkab Sidoarjo merancang alur pengerjaan yang ketat demi mengejar tenggat akhir tahun. Pembersihan dan penataan lahan ditargetkan rampung total pada awal Desember 2026.
Kemudian Konstruksi dan pengaspalan jalan dilanjutkan segera pascapenataan lahan dan ditargetkan tuntas pada pertengahan Desember 2026. Setelah itu, uji coba dan perasional penuh diharapkan bisa sebelum libur Tahun Baru,” lanjutnya.
Kehadiran frontage road Buduran diproyeksikan menjadi penyambung krusial yang menampung limpahan arus dari koridor utama Waru–Sidoarjo, yang selama ini kerap mengalami kemacetan parah pada jam-jam sibuk maupun akhir pekan.
“Dengan selesainya pengerjaan sesuai target, saat libur Tahun Baru mendatang
masyarakat sudah bisa memanfaatkan jalur ini secara penuh dari arah Waru langsung
menuju Sidoarjo tanpa hambatan,” pungkasnya.(Kin)
















