Kabupaten Madiun, SH –
Bertempat di RM. Kampoeng Sawah, Balerejo Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar sosialisasi tentang cukai, Kamis, (23/10/25).
Dalam kegiatan ini, Satpol PP Kabupaten Madiun menggandeng Bea Cukai Madiun, Kejaksaan, Polres untuk menjadi narasumber tentang cukai.
Acara ini mengundang pelajar dan pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Balerejo, Madiun, Wonoasri dan Sawahan.
Saat memberikan pemaparan, Hariono, Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar dan pelaku UMKM di 4 wilayah di Kabupaten Madiun untuk menekan peredaran rokok ilegal.
“Sebab kontribusi cukai ini akan kembali lagi ke masyarakat khususnya di bidang kesehatan,” ujar Hariono.
“Selain menambah wawasan, sosialisasi cukai ini juga memberikan peringatan bagi masyarakat agar tidak tersandung masalah hukum,” tegasnya.
Hariono menegaskan jangan sampai maayarakat meracik, mengemas dan mengedarkan rokok ilegal daripada berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Kita dalam rokok ilegal kita tidak tahu kandungan apa yang ada didalamnya,” lanjut Hariono.

Diharapkan peran aktif masyarakat untuk memberikan informasi tentang adanya peredaran rokok ilegal serta mempercepat proses penyebaran informasi tentang cukai dan bahayanya peredaran rokok ilegal.
Sementara, Dedy Firman dari bidang Pemeriksaan Bea Cukai Madiun menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemkab Madiun dan Bea Cukai Madiun dan instansi terkait.
Kegiatan ini juga merupakan sarana edukasi kepada masyarakat guna memastikan kesadaran hukum di bidang cukai terus meningkat.
“Karena dari tahun ke tahun terjadi peningkatan barang bukti yang berhasil disita oleh pihak Bea Cukai baik saat operasi gabungan maupun mandiri,” ujarnya.
Pihaknya tidak menghambat masyarakat dalam berinovasi atau ingin home industri, namun ada hal-hal yang wajib dipenuhi.
“Bagi masyarakat yang ingin mendirikan usaha, nanti kita bantu dalam mengurus ijinnya,” pungkas Dedy. (Adv/Gg)
















