Sidoarjo, suaraharapan.online
Bupati Sidoarjo Subandi meminta kepada seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek
pemerintah bekerja tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Untuk langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola pembangunan
di Kabupaten Sidoarjo sekaligus tindak lanjut arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan proyek pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Subandi saat Penandatanganan Kontrak Bersama Paket Pekerjaan Konteuksi
di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026 yang dihadiri para Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas,
Kamis (18/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Subandi menegaskan bahwa berbagai keterlambatan pekerjaan maupun
deviasi proyek yang pernah terjadi harus menjadi bahan evaluasi bersama.
Menurut Subandi, seluruh pihak yang terlibat harus menjaga kualitas pekerjaan karena pembangunan yang dilaksanakan menggunakan uang rakyat.
“Hari ini kita ingin berbenah. Kita koreksi persoalannya sampai di mana. Ke depan kontraktor harus
bekerja tepat waktu dan mutunya harus bagus,” ujar Subandi.
Subandi, juga mewanti-wanti para PPK agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang
menjadi tanggung jawabnya.
Dikatakan Subandi, untuk pengawasan yang ketat merupakan bagian dari upaya
perbaikan tata kelola proyek dan sejalan dengan arahan KPK agar potensi persoalan
di lapangan dapat dicegah sejak awal.
“Kepada para PPK saya minta betul-betul melakukan pengawasan. Kalau ada keterlambatan
harus segera ditindaklanjuti.
Saya tidak suka pekerjaan sampai terkena denda karena
molor, itu menunjukkan ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Subandi meminta PPK dan konsultan pengawas tidak hanya mengawasi administrasi, tetapi
juga aktif turun ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak
dan spesifikasi,
Ia menegaskan OPD yang tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik akan dievaluasi.
Kalau memang ada pekerjaan yang tidak bagus harus diberikan catatan. Pengawasan harus dilakukan
secara ketat karena baik buruknya pembangunan Sidoarjo tergantung pada komitmen kita
bersama,” katanya.
Selain menekankan kualitas pekerjaan, Subandi juga mendorong keterlibatan kontraktor lokal
dalam pembangunan daerah. Ia berharap paket-paket pekerjaan yang nilainya masih dapat dikerjakan
pelaku usaha lokal dapat diprioritaskan untuk kontraktor asal Sidoarjo agar
manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita ingin perputaran ekonomi terjadi di Sidoarjo. Kalau pekerjaan itu mampu dikerjakan kontraktor
Sidoarjo, kita upayakan dikerjakan oleh kontraktor Sidoarjo sehingga daerah juga
mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi dan pajaknya,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Sidoarjo, Moh. Bahrul
Amig, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah
Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan 93 paket tender dengan total pagu anggaran sebesar
Rp. 290,3 miliar. Hingga Batch 2, proses tender telah mencakup 70 paket dengan nilai pagu mencapai Rp. 234,25 M.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak sekitar
Rp108,5 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak.
Paket pekerjaan tersebut terdiri atas
20 paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tiga paket di Dinas Pekerjaan Umum
Bina Marga dan Sumber Daya Air, satu paket di Dinas Kesehatan, serta satu paket di Badan
Kepegawaian Daerah.
Beberapa proyek strategis yang akan segera dikerjakan antara lain pembangunan RSUD Sedati
senilai Rp42,6 miliar, peningkatan Jalan Blurukidul (Lingkar Timur)–Sidoklumpuk senilai
Rp21,65 miliar, peningkatan Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan senilai Rp18,07 miliar,
serta peningkatan Jalan Tambakcemandi–Tambakoso senilai Rp10,96 miliar.
Selain itu, terdapat 20 paket rehabilitasi gedung SD dan SMP dengan total nilai Rp14,46 miliar
yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo serta rehabilitasi gedung kantor senilai
Rp771,84 juta.
Subandi berharap penandatanganan kontrak bersama tersebut dapat memperkuat komitmen
seluruh pihak dalam menghasilkan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan tepat
waktu.
“Mari bersama-sama membangun Sidoarjo dengan penuh amanah. Uang yang digunakan
untuk pembangunan adalah uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan baik.
Saya yakin kalau semua bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, pembangunan akan
berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Kin)
















