Sidoarjo, suaraharapan.online
Kegiatan pencucian Drum bekas dari perusahaan yang diduga bekas isi bahan kimia, yang berasal dari pabrik, Limbah dari perusahaan yang dilakukan oleh pengusaha jual beli Drum bekas kini berjalan di dekat permukiman warga, dalam kegiatan pada saat pencucian di lakukan di siang hari maka banyak warga yang resah, namun tidak berani entah kenapa.
Dalam kegiatan ini berjalan tanpa ada hambatan padahal bau juga menyengat juga air bekas cucian di duga mengalir ke sungai Mas, yang mengalir ke wilayah Surabaya, namun sampai saat ini dari Dinas pengairan provinsi belum ada tindakan yang serius.
“Untuk itu kegiatan pencucian Drum bekas Limbah pabrik ini di duga mengandung B3 dan ini berbahaya bagi kesehatan warga di dekatnya yang terkena dampak rembesan, maka airnya kalau dikosumsi berlarut – larut bisa mengakibatkan penyakit.
“Sementara itu dari pihak Dinas pengairan Provinsi maupun dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM&SDA) Kabupaten Sidoarjo belum ada tindakan kepada pengusaha Drum bekas yang di cuci di wilayah dusun Badas Desa Barengkrajan, Kabupaten Sidoarjo namun yang menerima dampaknya warga yang bermukim di area dekat sungai Mas.
Ditempat terpisah Hari Kabid Pengawasan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengatakan kepada wartawan di ruang kerjanya 31/1/2026 bahwa apabilah ada pengaduan maka kami siap turun ke lokasi untuk mengecek kondisinya, apakah langsung di tutup apabila ada dampak negatif kepada warga setempat juga di area perairan yang di lewati limbah tersebut.
Dari keterangan warga dusun Badas Desa Barengkrajan mengatakan di saat pencucian Drum memang warga belum merasakan dampaknya, entah sampai kapan dampaknya bisa terjadi kepada warga yang bermukim di dekat sungai Mas.
Menurut keterangan warga pemiliknya Saiful juga orang dusun MBadas, desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, oleh karenanya warga hanya pasrah namun menginginkan dari pihak Dinas terkait turun tangan untuk menghentikan kegiatan tersebut.
Disisi lain dari pihak muspika masih belum ada yang turun ke lokasi pencucian Drum bekas di dusun Badas. Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian. (Kin)
















