banner 728x250

Bupati Sidoarjo Sidak Jembatan Rusak Di Desa Tarik

Bupati Sidoarjo Sidak Jembatan Tarik yang Kondisinya Memprihatinkan
Sidoarjo, 2 Mei 2026

Sidoarjo, suaraharapan.online

Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke
jembatan penghubung lintas kabupaten yang berada di Desa Tarik, Kecamatan Tarik,
Kabupaten Sidoarjo, sangat memprihatinkan, Sabtu (2/5/2026).

H. Subandi, Bupati Sidoarjo melihat kondisinya secara langsung, jembatan yang sudah di anggap tidak layak digunakan.
Bahkan kondisinya dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Dalam kondisi fisik jembatan yang telah berusia tua menjadi salah satu penyebab utama
tingginya tingkat risiko kecelakaan.

Kondisi jembatan yang lebih rendah dari badan
jalan, juga lebar yang sangat terbatas, serta minimnya fasilitas pengaman turut memperparah
situasi, di sekitarnya.

Disamping itu pagar pembatas yang seharusnya melindungi pengguna jalan kini hanya
tersisa di satu sisi saja, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah.

Sebagai langkah darurat, sementara warga sekitar sempat memasang tali rafia di bagian
jembatan yang rusak sebagai penanda bagi pengendara. dalam upaya tersebut dilakukan
untuk mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kewaspadaan bagi
pengendara.

“Warga sengaja memasang tali rafia guna melindungi para penggunanya, supayah mewaspadai adanya pengaman jembatan yang sudah mulai usang.

Namun tali rafia itu sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada
rambu, maka dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke sungai.

. “Apabila ada kendaraan yang
berpapasan maka dikira jembatan tersebut di anggap lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36),

Menurut warga setempat.
Menanggapi hal itu, usai sidak RTLH dan menyerahkan bantuan kursi roda, Bupati
Subandi langsung meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Tarik dengan Desa
Kwatu, Kabupaten Mojokerto.

“Seharusnya tahun ini jembatan sudah dibangun. Tapi karena ada efisiensi, anggaran akhirnya
pembangunan ditunda,” kata Bupati
Warga menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses
penghubung antar kabupaten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo
memastikan proyek pembangunan ini harus kembali dijadwalkan, dalam pembangunannya.

“Sebab jembatan penghubung antar kabupaten ini harus segera di bangun tahun
2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.

“Subandi” juga mengatakan bahwa proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan
pada awal tahun 2027.

“Dijadwalkan mulai sekitar bulan 3 bulan 4 sudah ada pembangunan di sini
ya,” kata Subandi.

Rencana pembangunan, Bupati turut menyoroti kondisi fisik jembatan yang saat ini
dinilai sudah cukup memprihatinkan. Menurutnya, karena usia jembatan yang sudah lama
serta minimnya fasilitas pengaman menjadi perhatian serius.

Tidak hanya cukup disitu, Subandi juga menekankan pentingnya normalisasi di sekitar area
jembatan untuk mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut.

“Terus yang
kedua juga normalisasi, kondisi jembatan yang sudah dimakan usia maka perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.

“Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses
transportasi antar wilayah Sidoarjo dan Mojokerto dapat semakin aman dan lancar.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas
infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi, kerakyatan. ( Kin )

banner 325x300