banner 728x250

Antisipasi Banjir, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat untuk NormalisasiSungai di Tanggulangin dan Candi

Sidoarjo, suaraharapan.online

Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) normalisasi Sungai Gedangrowo di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (16/9/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan antisipasi dan penanganan banjir saat musim hujan.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi memastikan pengerahan lima alat berat untuk mempercepat proses normalisasi. Hingga saat ini, baru tiga unit ekskavator yang turun mengeruk sungai.

Bupati Subandi meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya
Air (BM SDA) Sidoarjo segera menurunkan semua kebutuhan alat berat tersebut. Lima
alat berat harus segera beroperasi agar normalisasi sejumlah sungai dapat
dimaksimalkan sebelum memasuki musim hujan.

“Sudah saya telepon dinas PU, kenapa alat-alatnya belum dikirim semua. Saya minta
PU memastikan besok lima alat berat sudah turun semua,” ujarnya Rabu (16/9/2026).

Bupati Subandi ingin memastikan bahwa pada musim hujan, semua sungai dan avfour di wilayah Kecamatan Candi dan Tanggulangin telah dinormalisasi. Antisipasi sudah berjalan. “Yang penting hari-hari ini normalisasi kita maksimalkan,” katanya.

Bupati Subandi menanbahkan, kondisi beberapa sungai mengalami pendangkalan.
Salah satunya sungai di Kalidawir, Tanggulangin. Jadi, pengerahan alat berat
difokuskan lebih dulu untuk normalisasi sungai dan avfour di Tanggulangin dan Candi.

Normalisasi, lanjut dia, menjadi salah satu langkah antisipasi guna menghadapi
ancaman banjir di kedua wilayah tersebut. Selain pengerahan alat berat, Pemerintah
Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan penanganan lain melalui program
Pembangunan Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK).

Melalui program tersebut, camat-camat diminta berkolaborasi dengan Dinas PU BM
SDA Sidoarjo untuk memetakan lokasi dan kondisi sungai yang tidak dapat dijangkau alat berat. Termasuk, bagaimana langkah-langkah menanganinya. Dengan demikian,
penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh. Dari bagian hulu hingga hilir.

“Untuk normalisasi yang lokasinya tidak bisa dijangkau dengan alat-alat berat, minimal Pak Camat bisa berkolaborasi dengan PU. Kita petakan agar semua sungai di daerah Tanggulangin dan Candi betul-betul siap saat musim hujan,” ujarnya.

Selain normalisasi, Pemkab Sidoarjo menyiapkan rencana pembangunan embung di Desa Kedungbanteng. Rencana tersebut diusulkan untuk menampung air. Sekaligus menjadi salah satu solusi menghadapi persoalan banjir dan penurunan tanah di kawasan setempat.

Bupati Subandi menyebutkan, terdapat lahan sekitar 15 hektare di RT 08, Desa
Kedungbanteng, yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan embung. Pemkab
Sidoarjo akan memasukkan solusi tersebut dalam perencanaan dan upaya
pembebasan lahannya.

“Tujuannya untuk menampung air. Kalau bisa pembebasan lahannya kita usahakan
2027. Kalau tidak bisa, 2028. Setelah itu tanahnya bisa diserahkan kepada desa untuk dikelola. Termasuk kemungkinan menjadi kawasan wisata,” jelasnya.

Bupati Subandi juga menyoroti kondisi penurunan tanah yang terjadi di wilayah
Kedungbanteng. Untuk mengetahui kondisi tersebut secara lebih terukur, Pemkab
Sidoarjo berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk
mengkaji tingkat penurunan tanah di kawasan tersebut.

Sebenarnya, Pemkab Sidoarjo telah melakukan betonisasi jalan di kawasan
Kedungbanteng yang tergenang banjir. Tapi, ternyata posisi jalan yang dibetonisasi
masih banjir. Ini menjadi pekerjaan rumah. Maka dari itu, kita sampaikan ke Pak
Camat. Bahwa penanganan dari hulu sampai hilir ini harus selesai,” pungkas Bupati
Subandi. (Kin)

banner 325x300