banner 728x250

Rusunawa Tambak Kemerakan Rusak dan Minim Penghuni, Wabup Mimik:Eman Bangunanya

Sidoarjo, suaraharapan.online

Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP menyoroti
kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan, Krian, yang
memprihatinkan dan minim penghuni. Dari 114 kamar yang tersedia,
baru sekitar 19 KK yang menempati. Seluruh penghuni merupakan warga
terdampak penertiban bangunan liar di Mulyodadi.

Sebagian besar kamar lainnya di rusunawa tersebut masih kosong. Sejumlah
fasilitas bangunan juga mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut ditemukan Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di
Rusunawa Tambak Kemerakan pada Selasa (6/10/2026). Selain kerusakan
bangunan, lingkungan juga terlihat kurang terawat.

Menurut Mimik, bangunan yang cukup besar itu belum memberikan manfaat
secara maksimal bagi masyarakat. Terlebih, masih terdapat warga Sidoarjo yang
belum memiliki rumah maupun masih tinggal di hunian yang tidak layak.

“Eman bangunan segini besarnya mangkrak tidak berpenghuni, padahal warga
Sidoarjo banyak yang masih membutuhkan tempat hunian. Pemerintah harus
hadir untuk membenahi fasilitas yang rusak agar masyarakat yang menempati
nantinya merasa nyaman,” ujarnya.

Mimik mengatakan, kondisi bangunan dan fasilitas yang ada perlu segera
mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Bahkan, ia mendorong
agar dilakukan perbaikan menyeluruh jika bangunan dinilai sudah tidak layak
huni dan berisiko membahayakan.

Kalau bisa ini harus direnovasi total. Kalau memang ada surat-surat dari
pemerintah pusat atau kementerian yang belum diserahkan, itu seharusnya
segera diurus. Nanti saya komunikasikan dengan Pak Bupati, harus segera ada
tindakan secepatnya,” tegasnya.

Setelah seluruh fasilitas diperbaiki dan dinyatakan layak, kata dia, rusunawa
dapat diarahkan untuk membantu masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan
hunian. Ia mengusulkan agar warga yang tidak memiliki rumah atau menempati
rumah tidak layak dapat diberikan kesempatan tinggal secara gratis selama
setahun.

“Kalau sudah dibetulkan dan bagus, nanti warga Kabupaten Sidoarjo yang tidak
mempunyai rumah atau rumahnya tidak layak bisa menempati rumah ini gratis
selama satu tahun. Ini untuk memancing supaya penghuni penuh dan bangunan
ini benar-benar bermanfaat,” jelasnya.

Mimik juga menerima informasi bahwa terdapat masyarakat yang berminat
menyewa unit rusunawa. Namun, kondisi fasilitas yang belum memadai menjadi
salah satu kendala bagi calon penghuni.

“Informasinya banyak yang memohon untuk menyewa, cuma fasilitasnya
kurang memenuhi. Kita lihat sendiri kondisinya, atapnya juga ada yang rusak.
Ini harus dibenahi secara total. Daripada nanti ambruk dan membahayakan,
lebih baik segera kita anggarkan,” katanya.

Mimik juga menyoroti status pembangunan rusunawa yang berkaitan dengan
pemerintah pusat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan
kementerian terkait perlu dilakukan agar keberadaan bangunan tersebut tidak
sia-sia.

“Ini pembangunannya dari kementerian. Jangan sampai akhirnya tidak
bermanfaat, sia-sia bangunan seperti ini. Di Sidoarjo ada berapa rusun yang
terbengkalai, ini harus ada perhatian dari dinas terkait. Nanti akan kita
komunikasikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Misyadi selaku ketua RT setempat menginformasikan bahwa
saluran air bersih baru dinikmati warga sekitar tiga bulan belakangan.

Sebelumnya, para penghuni terpaksa mengupayakan pasokan air secara
mandiri. Untuk besaran tarif, warga eks Mulyodadi dikenakan biaya sewa senilai
Rp185 ribu per KK setiap bulannya. (Kin)

banner 325x300