banner 728x250

Bupati Sidoarjo H. Subandi Hadiri Ruwatan Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu

Sidoarjo, suaraharapan.online

Ruwatan desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu, tidak seperti dengan desa – desa yang pada umumnya, ada yang berbeda dengan pelaksanaan Tradisi wujud syukur itu hampir sama dengan desa yang lainya.

Terdapat pengajian, ziarah kemakam leluhur desa serta pagelaran wayang kulit
semalam suntuk. Namun ada yang agak sedikit berbeda pada pelaksanaanya yakni
tasyakuran ruwat Desa Pagerngumbuk.

Bedanya bukan dari cara berdoa, namun cara pensajian makanan saat tasyakuran.

Ada puluhan nasi kuning, juga tersaji belasan tumpeng raksasa yang berisi hasil
pertanian. Namun yang sangat berbeda cara pensajian makanan pada puluhan amben
atau tempat tidur dari bambu. Sekilas mirip keranda jenasah.

Makanan yang disajikan ditata memanjang
dan ditutup jarik atau kain batik. Setelah itu puluhan amben berisi makanan itu
digotong warga ke balai Desa Pagerngumbuk, Minggu pagi, (17/5).

Di Pendopo balai Desa Pagerngumbuk itu ada puluhan amben yang berdatangan dijejer disamping kanan dan
kiri pendopo balai desa. Seluruh warga desa juga sudah berkumpul menantikan tasyakuran
dilangsungkan.

Dalam kesempatan itu Bupati Sidoarjo H. Subandi hadir langsung di tengah –
tengah masyarakat. Pihak Desa Pagerngumbuk sendiri memiliki cara unik saat
menyambut kedatangan .

Tokoh Hanoman dan petani didaulat untuk mengantarkanya
ke balai desa.

Bupati Sidoarjo H. Subandi mengapresiasi pelaksanaan ruwat desa seperti ini.
Menurutnya tradisi yang menjadi salah satu bentuk kearifan lokal tersebut memiliki tujuan mulia.

Dalam tujuannya adalah untuk mengucapkan rasa syukur kepada sang
pencipta atas hasil bumi yang telah diberikan. Selain itu ruwat desa digunakan untuk memanjatkan doa
doa bagi keselamatan dan kemakmuran desa dan masyarakatnya.

“Tujuane nopo kok desa dislameti, desa diruwati?, biar desane pak lurah dalam penyelenggaraa
pemerintahan diparingi gampang dan gangsar, mugi-mugi diparingi
slamet sedoyo,” ucapnya.

Bupati Sidoarjo H. Subandi juga menyampaikan ruwat desa seperti ini dapat juga
dipakai sebagai sarana mempererat warga. Warga datang dengan yang ikhlas
membawa hasil bumi yang diperolehnya digunakan untuk tasyakuran bersama.

Niat seperti ini menurutnya akan membawa berkah bagi semua warga. Warga Desa
Pagerngumbuk akan dijauhkan dari musibah dan para petani akan diberikan
keberkahan hasil pertaniannya.

“Mudah-mudahan niat kita bersyukur kepada Allah diterima, mugi-mugi warga Desa pagerngumbuk
keluargane paringi sehat. Rumah tanggane dijadikan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Anak turunne mugi-mugi jadikan anak yang saleh
dan salehah, Aamiin.

Yang tidak kalah penting, mugi-mugi sedaya tanduranipun
panjenengan diparingi tanduran sing sehat, tandurane sing subur, produksine meningkat, ( Kin )

banner 325x300