Sidoarjo, suaraharapan.online
Mimik Idayana, Wakil Bupati Sidoarjo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kamis (16/4/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menghadirkan layanan gizi terintegrasi sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Wakil Bupati Sidoarjo dalam sambutanya menegaskan bahwa aspek kebersihan dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan SPPG. Ia menekankan pentingnya disiplin petugas dalam menggunakan perlengkapan pendukung seperti masker dan sarung tangan, serta menjaga higienitas selama seluruh proses produksi makanan.
“Parah petugas wajib mematuhi standar yang telah ditetapkan karena ini menyangkut kesehatan anak-anak. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dalam melakukan pengawasan agar pelayanan berjalan optimal,” ujarnya.
Dari aspek kesehatan, Mimik juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat tumbuh melalui keberadaan SPPG di Desa Prasung. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan pelaku UMKM dan koperasi menjadi kunci dalam menjaga perputaran ekonomi desa.
Menurut, dapur SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan gizi, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Ia menambahkan bahwa kebutuhan bahan pangan seperti ikan, tempe, dan tahu dapat dipenuhi dari produksi lokal, sehingga memberi nilai tambah bagi perekonomian desa, yang berkelanjutan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, fasilitas SPPG Desa Prasung dinyatakan telah memenuhi standar operasional, mulai dari ruang penyimpanan dingin hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Dengan demikian, fasilitas tersebut dinilai siap beroperasi secara optimal tanpa kendala berarti,terangnya.
SPPG Desa Prasung direncanakan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, yang meliputi siswa dari delapan sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Distribusi makanan akan menjangkau diwilayah dengan radius hingga 6 kilometer dari dapur layanan.
Kepala SPPG Desa Prasung, Andri Febriansyah, menjelaskan bahwa operasional dapur melibatkan sekitar 50 tenaga kerja yang terdiri dari staf dan relawan. Proses produksi dilakukan secara bertahap dan terjadwal untuk memastikan kualitas serta ketepatan distribusi.
“Persiapan bahan baku dimulai pukul 17.00 WIB, dilanjutkan pengolahan makanan sekitar pukul 00.00, pemorsian pukul 02.00 dini hari, dan distribusi dimulai pukul 07.00 pagi,” jelasnya.
” Ditambahkan” bahwa pasokan bahan baku diperoleh melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih yang melibatkan pelaku UMKM setempat, sehingga sebagai mata rantai pasokan tetap berbasis pada potensi lokal.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap keberadaan SPPG di Desa Prasung dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa, ( Kin )
















