Surabaya, suaraharapan.onlin
Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini disinyalir merupakan peralihan musim yang membuat atmosfer lebih dinamis. Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda.
BMKG Juanda juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur, yang berlaku mulai 1 hingga 10 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa
Periode peralihan musim meningkatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Lebih lanjut Taufiq mengatakan bahwa salah satu faktor utama cuaca ekstrem ini adalah gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Sementara kondisi Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Ngawi maupun Bengawan Madiun saat ini debit air cenderung terus naik.
Bahkan ada informasi di media sosial Whatsapp yang beredar mengatakan bahwa kemarin pukul 15.40 WIB, pintu spillway Bendungan Wonogiri dibuka dengan debit 75 m3/detik dan turbin PLTA 65 m3/detik, total outflow 140.00 m3/detik.
Sekedar informasi bila ada keluarga yg ada di bantaran Sungai Bengawan Solo agar lebih waspada saling mengingatkan demi kebaikan. (GOGOT)
















