banner 728x250

Kegiatan Dugaan Penimbunan BBM Ilegal di Desa Jimbe Terbongkar

Blitar – SH

Berdasarkan informasi dari warga setempat bahwa diduga kuat adanya dugaan aktivitas ilegal penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, adanya truk lalu lalang pada malam dini hari sekitar pukul 02.00 wib, di salah satu gudang/ pabrik milik pengusaha Blitar yang ternama di Kabupaten Blitar yang berlokasi di Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jatim.

Atas dasar hal tersebut, salah satu warga asli Jimbe yang berprofesi sebagai wartawan juga tergabung dalam wadah Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) dengan sigap menelusuri ke lapangan dengan adanya informasi ini kemudian langsung mendatangi lokasi pada Senin malam (20/10) sekitar pkl. 22.30 wib.
Dilokasi tersebut memang benar ada sebuah truk tangki berwarna biru putih dilokasi bekas penampungan batu/tanah pertambangan itu, namun gambar kurang begitu jelas, karena kurangnya penerangan.

Keesokan harinya tepatnya Selasa pagi (21/10/2025), pkl.07.00, bersama salah satu rekan media lainnya datang kembali dengan harapan bisa menemui pemiliknya, agar bisa melengkapi informasi, tapi hanya ditemui seseorang yang mengaku bernama Yudi (umur sekitar 25 Th, warga Tulungagung) pakai baju merah celana pendek penjaga pabrik, bersama dengan rekan satunya yang masih tertidur.
Pada saat kami mendatangi lokasi tersebut dan mengambil gambar tiba-tiba Yudi melontarkan kata-kata sedikit dengan nada ancaman. “Ini milik orang besar tanda kutip ‘W’ (inisial), yang juga berpangkat ‘WAO’,” kata yudi, seolah menegaskan bahwa ‘lintange akeh’ (red-eja’an Java), dengan nada sedikit meninggi.

“Sampeyan dari mana ambil-ambil gambar, tempat ini sudah disewa oleh bos kami, kalian dari yang kemarin malam ya,” terang Yudi, sedikit meninggikan nadanya lagi, juga sedikit mengancam.

Dirinya juga menyampaikan, “kalau dalam tangki ini masih ada isinya solar,” jelas Yudi.

Setelah itu selang beberapa saat kemudian tiba-tiba datanglah ketua RT setempat dan juga Kaur Desa Jimbe, sedikit terjadi ketegangan saling lempar pertanyaan. Sungguh sangat disayangkan jika ternyata RT setempat dan pihak Desa tidak tahu menahu tentang adanya kegiatan tersebut, artinya tidak pernah diajak komunikasi.Kenyataannya apalagi di lokasi tersebut tidak terdapat seperti papan informasi perusahaan.

“Ya selama ini kami tidak tahu, baru semalam ini saya tahunya,” ucap Ivn P., (selaku ketua RT02/RW01 setempat), yang dikuatkan oleh pihak Desa yang hadir, juga warga sekitar.

Terkait dugaan penimbunan mirip BBM solar tersebut, akhirnya kami melakukan penelusuran lebih dalam kepada pihak kepala Desa yang memang betul-betul tidak tahu menahu tentang hal ini dan enggan untuk dimintai pernyataan.

Sedikit gambaran di lokasi, selain terdapat truk tangki lengkap dengan sekitar 4 buah tandon berukuran jumbo, juga ada sebuah truk tanpa muatan dan truk bermuatan seperti sampah sedikit ke area agak belakang.

Nah dengan demikian, kelangkaan solar akhir-akhir ini bisa jadi adanya kegiatan ilegal semacam ini. Masyarakat meradang namun tak tahu harus bagaimana, (karena banyak kepentingan terselubung). Kita menunggu apakah akan ada penindakan dari pihak kepolisian..? Karena BBM ini merupakan kebutuhan masyarakat luas, dan jika ada yang main-main dengan hukum Ya kita menantikan keseriusan dan transparansi dari pihak APH. (atok)

banner 325x300