banner 728x250

Jajaran Direksi Delta Tirta yang Baru Resmi Bekerja, Tanda Tangani Kontrak Kinerja 5 Tahun

Sidoarjo, suaraharapan.online

Peningkatan kualitas pelayanan air bersih
kepada masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam Penandatanganan Kontrak
Kinerja dan surat Pernyataan Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Masa Kerja Tahun 2026-2031.

Kontrak kinerja tersebut menjadi pijakan bagi jajaran direksi untuk meningkatkan
kinerja perusahaan sekaligus memperluas manfaat pelayanan air bersih bagi
masyarakat Sidoarjo.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman mengatakan,
kontrak kinerja yang ditandatangani harus menjadi komitmen untuk memperbaiki
kualitas pelayanan. Berbagai kekurangan yang masih ada perlu diidentifikasi dan
ditindaklanjuti, termasuk persoalan tingkat kebocoran air (TKA).

“Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan
harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana tingkat kehilangan airnya. Harapannya targettarget yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya di Pendopo Delta Wibawa
pada Kamis (3/9/2026).

Menurut Ainur, tingkat kehilangan air menjadi salah satu indikator penting dalam
melihat keberhasilan kinerja Perumda Delta Tirta. Penurunan tingkat kebocoran
menjadi salah satu target yang harus diwujudkan melalui langkah perbaikan yang
terukur.

“Kalau tingkat kehilangan air bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan
kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” katanya.

Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Luhur Pambudi Mulyono
mengatakan eluruh target yang telah dituangkan dalam kontrak kinerja telah
disusun untuk menjadi arah kerja perusahaan selama lima tahun ke depan.
Target tersebut harus dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Target yang ada sudah kita persiapkan untuk lima tahun ke depan dan harus kita
laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas dan tentu ada
konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” ujarnya.


Salah satu fokus utama adalah menurunkan kehilangan air atau Non-Revenue Water
(NRW). Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah teknis, salah satunya
pengaturan tekanan air (pressure) pada jaringan distribusi.

“Contohnya, untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya
untuk menekan kehilangan air sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan
secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelas Luhur.

Selain menekan kehilangan air, Perumda Delta Tirta juga menargetkan peningkatan
cakupan pelayanan air bersih. Saat ini cakupan pelayanan masyarakat masih
berada di kisaran 30 persen dan ditargetkan dapat mendekati bahkan melampaui 50
persen dalam lima tahun mendatang.

Perumda Delta Tirta juga menargetkan penambahan jumlah pelanggan secara
signifikan. Dari kondisi saat ini, perusahaan menargetkan cakupan pelanggan dapat
mencapai sekitar 90 ribu sambungan dalam lima tahun ke depan.


“Untuk cakupan pelayanan, targetnya 90 ribu sampai lima tahun ke depan. Saat ini
masih sekitar 21 ribu target hingga tahun ini, sehingga ini menjadi pekerjaan besar
yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Luhur menambahkan, keberadaan sumber air Umbulan juga menjadi salah satu
bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di
Sidoarjo dengan pengelolaan sumber daya air dan jaringan distribusi yang semakin
baik kapasitas pelayanan diharapkan dapat terus ditingkatkan.

“Yang utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik, karena
hal ini juga masuk di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo,” tutupnya. (Kin)

banner 325x300