Sidoarjo, suaraharapan.online
Perumda Delta Tirta diharapkan mampu memperluas cakupan layanan, meningkatkan kualitas distribusi, serta menekan tingkat kebocoran air atau
Non-Revenue Water (NRW).
Pesan itu disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi saat menghadiri
penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Delta Tirta Sidoarjo dengan
PT. BPR Delta Artha Sidoarjo sekaligus konsultasi publik penyusunan Rencana Bisnis Perumda Delta Tirta Sidoarjo Tahun 2027–2031 di Kantor Perumda Delta Tirta
Sidoarjo, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen
peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Serta dalam proses
penyusunan rencana bisnis lima tahun ke depan untuk bisa benar-benar maksimal
dalam memberikan layanan kepada masyarakat Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa persoalan kebocoran air dan belum
optimalnya jaringan distribusi harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, Perumda Delta Tirta perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh dengan perencanaan yang terukur dan target yang jelas.
“Persoalan kebocoran air ini sangat penting. Saya minta seluruh jajaran Perumda
Delta Tirta benar-benar melakukan pembenahan. Target yang sudah ditetapkan harus dipenuhi, karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Subandi juga mendorong penerapan digitalisasi melalui pemanfaatan dashboard
pemerintah daerah untuk memantau kondisi jaringan, tingkat kebocoran, serta
kebutuhan pelayanan air bersih di setiap wilayah.
“Sekarang kita sudah masuk era digitalisasi.
Saya ingin data Perumda Delta Tirta bisa
terintegrasi dalam dashboard pemerintah daerah, sehingga kita bisa melihat di mana
kebocoran, wilayah mana yang membutuhkan jaringan, serta kebutuhan apa yang harus segera dipenuhi,” ujarnya.
Selain itu, Bupati meminta jajaran direksi untuk tidak hanya berfokus pada
perencanaan di atas kertas, tetapi juga turun langsung ke lapangan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Pembenahan jaringan, penggunaan material sesuai standar, serta peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi komitmen bersama.
Dalam rencana bisnis 2027–2031, Perumda Delta Tirta menargetkan peningkatan
cakupan layanan air bersih dari sekitar 30 persen menjadi lebih dari 50 persen. Penambahan sambungan pelanggan baru juga ditargetkan mencapai hingga 90 ribu
sambungan secara bertahap.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui optimalisasi jaringan distribusi, termasuk
pengaturan tekanan air (pressure management) untuk menekan kebocoran dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Subandi berharap penyusunan rencana bisnis tersebut dapat menjadi peta jalan yang jelas bagi Perumda Delta Tirta dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat
Sidoarjo yang terus meningkat.
“Harapan kita, Perumda Delta Tirta semakin baik. Pelayanannya harus maksimal, jaringan terus dibenahi, dan kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi. Kita
semua memiliki satu visi, yaitu membangun Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik,”
katanya.
Melalui penyusunan rencana bisnis ini, Perumda Delta Tirta diharapkan mampu
memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta
menghadirkan layanan air bersih yang lancar, prima, dan merata bagi masyarakat
Kabupaten Sidoarjo.(Kin)
















