banner 728x250

Pemkab Sidoarjo Siapkan Solusi Atasi Sampah Sungai Sukodono

Sidoarjo, suaraharapan.online

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo
menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah di aliran sungai
Kecamatan Sukodono. Solusi jangka pendek hingga jangka menengah disepakati
dalam audiensi yang dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana.


Audiensi di Ruang Kerja Wabup Sidoarjo, Senin (3/8/2026), digelar sebagai tindak
lanjut masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah aliran sungai meski
pembersihan rutin telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Audiensi
diikuti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum
Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), Asisten Perekonomian dan Pembangunan
M. Bahrul Amig, Camat Sukodono, serta para
Kepala desa. enam desa di Kecamatan Sukodono menjadi perhatian karena memiliki tumpukan
sampah terbanyak di aliran sungai, yakni Desa Jogosatru, Cangkringsari,
Pademonegoro, Pakarungan, Suruh, dan Jumputrejo.


Sebagai solusi jangka pendek, akan dilakukan pemasangan jaring pada titik
intake (saluran pengambilan air baku) di masing-masing desa untuk menahan sampah yang
terbawa arus sungai. Sampah yang terkumpul nantinya diangkut secara berkala
melalui koordinasi antara pemerintah desa, DLHK, dan PUBMSDA. Selain itu, Dinas
PUBMSDA akan melakukan normalisasi saluran agar aliran sungai kembali lancar.


Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa persoalan sampah tidak
cukup diselesaikan hanya dengan membersihkan sungai. Sistem pengelolaannya juga harus dibenahi.


“Persoalan sampah di Sukodono tidak bisa diselesaikan dengan membersihkan
sungai saja. Yang harus kita benahi adalah sistemnya, mulai dari penanganan di hulu
hingga pengolahan sampah di tingkat desa agar tidak lagi dibuang ke sungai,” ujarnya.
Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan saat ini merupakan upaya menekan
penumpukan sampah agar tidak menghambat aliran air sekaligus meminimalkan potensi banjir.


“Langkah cepat yang kita lakukan adalah memasang jaring di setiap intake sungai dan
melakukan normalisasi saluran. Sampah yang tertahan di jaring harus segera
diangkut melalui koordinasi antara pemerintah desa, DLHK, dan PUBMSDA,” katanya.


Untuk solusi jangka menengah, Pemkab Sidoarjo akan mendorong pembangunan
Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di wilayah tersebut.
Keberadaan TPS3R diharapkan mampu mengurangi sampah sejak dari sumber
sehingga yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) benar-benar hanya Kita juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan mendorong
pembangunan TPS3R. Harapannya, sampah dapat diolah dari sumbernya sehingga yang
masuk ke TPA benar-benar hanya sampah residu,” jelasnya.


Mimik mengatakan, Kecamatan Sukodono menjadi salah satu wilayah dengan
pertumbuhan penduduk dan kawasan perumahan yang cukup pesat. Kondisi
tersebut turut berdampak pada meningkatnya volume sampah sehingga diperlukan kepedulian
seluruh elemen masyarakat.


“Selama ini pemerintah rutin membersihkan sungai, tetapi sampah terus
muncul kembali. Artinya, persoalan utamanya bukan hanya pembersihan, melainkan
perilaku membuang sampah sembarangan yang harus kita ubah bersama,” tegasnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai aset lingkungan
yang harus dijaga bersama. “Kecamatan Sukodono memiliki jumlah penduduk dan
kawasan perumahan yang terus berkembang. Karena itu, kepedulian masyarakat terhadap
pengelolaan sampah juga harus meningkat. Sungai bukan tempat pembuangan
sampah,” ujarnya.


Dari keterangan Kepala Desa Pekarungan, selama ini pembersihan sungai telah
dilakukan secara rutin. Pemerintah melakukan pembersihan sedikitnya tiga kali
dalam kepekan, sedangkan warga menggelar kerja bakti setiap hari Minggu hingga iuran
yang dilakukan oleh Desa untuk membuang sampah. (Kin)

banner 325x300