banner 728x250

“Bocor” Wabup Sidoarjo Sidak Tiga Lokasi Sekaligus, Tegaskan Sikat Habis Praktik Prostitusi, Judi, dan Miras

Sidoarjo, suaraharapan.online

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan inspeksi mendadak
(sidak) dan razia di tiga lokasi sekaligus yakni warung remang-remang di area selatan
Pabrik Gula Krembung, kawasan lokalisasi Krengseng Krian, serta di sejumlah tempat
karaoke dan lokasi tongkrongan di Desa Lebo, Sabtu (11/7/2026) malam.

Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong
Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan, bersama personel Satpol PP,
unsur TNI, Polri serta jajaran Forkopimka setempat sebagai bagian dari upaya
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menciptakan situasi wilayah yang aman, lancar dan
kondusif sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS.

Sidak pertama dilakukan Wabup Mimik di sejumlah warung remang-remang di Desa
Mojoruntut di area selatan pabrik gula Krembung yang diduga digunakan sebagai
lokasi transaksi prostitusi. Dari hasil razia, tidak membuahkan hasil dan tidak
ditemukan apa-apa.


Bergeser ke lokasi kedua di kawasan lokalisasi Krengseng, Krian, Mimik meninjau
langsung sejumlah gubuk dan warung yang diduga digunakan sebagai lokasi transaksi
prostitusi.

Dari hasil razia, petugas menerima informasi adanya praktik perjudian,
seperti sabung ayam dan permainan kartu cap jiki, yang selama ini meresahkan
masyarakat serta mengamankan empat wanita penghibur.

Dalam sidak tersebut, Mimik mendapati sebagian besar lokasi sudah sepi. Petugas
menduga informasi mengenai operasi telah lebih dahulu bocor sehingga para pelaku
meninggalkan lokasi sebelum tim tiba.

Meski demikian, Mimik meminta agar proses penertiban tidak berhenti. Ia
menginstruksikan agar bangunan liar yang berdiri di lokasi segera dibongkar sesuai
prosedur, kemudian dilakukan pembersihan dan pengamanan kawasan agar tidak
kembali ditempati.
“Kalau memang berpindah tempat, segera dibersihkan.

Jangan sampai dibiarkan
berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Begitu terlihat ada aktivitas lagi, langsung ditertibkan. Nanti lama-lama mereka akan bosan sendiri kalau tidak diberi ruang,”
tegas Mimik saat memberikan arahan kepada petugas di lokasi.

Ia juga meminta seluruh tahapan administrasi penertiban, mulai dari surat peringatan
hingga pembongkaran mandiri, harus sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, setiap
perkembangan penanganan diminta segera dilaporkan.

Usai meninjau Krengseng, Mimik melanjutkan sidak ke Desa Lebo. Di lokasi tersebut,
ia menemukan sejumlah lapak karaoke dan tempat tongkrongan yang berdiri di atas
tanah kas desa (TKD).

Selain itu, petugas juga menemukan berbagai jenis minuman
keras di beberapa lapak dan beberapa pengunjung tidak membawa kartu identitas.

Mimik meminta pemerintah desa segera melakukan pendataan dan penataan ulang
seluruh lapak yang berada di atas aset desa. Menurutnya, seluruh pemanfaatan tanah
kas desa harus memiliki kejelasan administrasi, jumlah lapak, serta berkontribusi
terhadap pendapatan desa.

“Hari ini saya ada di Desa Lebo. Di sini banyak lapak karaoke dan tempat tongkrongan
yang berdiri di tanah kas desa. Kepala desa yang baru harus segera mendata dan
menata ulang, berapa jumlah lapaknya, bagaimana pengelolaannya, dan berapa
pemasukan untuk desa. Tadi juga kami menemukan berbagai jenis minuman keras di
lokasi serta pengunjung yang tidak membawa kartu identitas,” ujar Mimik.

Menanggapi adanya dugaan kebocoran informasi operasi di beberapa titik razia, Mimik
mengakui masih terdapat kendala di lapangan yang harus menjadi bahan evaluasi.

“Ada tiga titik yang tadi kami datangi, tetapi sudah sepi karena diduga informasinya
bocor. Ini menjadi evaluasi ke depan agar operasi berikutnya bisa lebih efektif,”
katanya.

Ia juga menegaskan kawasan yang selama ini menjadi lokasi penyakit masyarakat
harus segera dibersihkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

“Lokasi seperti ini harus segera dibersihkan. Setelah ditertibkan, lahannya bisa
dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau atau taman agar memberikan manfaat bagi
masyarakat,” imbuhnya.

Mimik memastikan penertiban tidak akan berhenti pada satu kali operasi saja.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama aparat terkait akan terus melakukan razia
secara berkelanjutan untuk memberantas praktik-praktik yang mengganggu ketertiban
umum.

“Razia akan terus kami lakukan. Sikat habis! Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri,” pungkasnya. (Kin)

banner 325x300