banner 728x250

Temuan Pasar Kumuh Tak Terurus, Komisi C Panggil Kadin Perikanan

Sidoarjo, suaraharapan.online

Anggota Dewan dari komisi C (Bidang Teknis dan Pembangunan) DPRD Sidoarjo saat melakukan hearing (dengar pendapat) dengan Kepala Dinas (Kadin) Perikanan dan Kelautan Sidoarjo Yunan Khoiron S Sos Jum’at (30/1) pagi tadi.

Ketua Komisi C (Bidang Teknis dan Pembangunan) H Choirul Hidayat didampingi Sekretaris komisi Hj Ainun Hidayat saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media usai acara hearing.

Setelah dua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumber Daya Air (BMSDA) serta Dinas Permukiman Perumahan Cipta Karya Tata Ruang (P2CKTR) Minggu lalu diminta hadir ke ruang rapat DPRD untuk mempresentasikan berbagai program kerja memasuki bulan kedua tri wulan pertama tahun 2026 dan sekaligus evaluasi pelaksanaan program/kegiatan kerja anggaran tahun 2025 lalu.


Rapat dipimpin langsung oleh Ketua komisi C DPRD H Choirul Hidayat serta Sekretaris komisi Hj Ainun Jariyah,hadir pula anggota komisi C antara lain,Anang Siswandoko, Wakil ketua komisi C, Vike Widya Asroni, Muh. Zakaria Dimas Pratama,Emir Firdaus, Abud Asrofi, serta M.Rojik.


Sementara itu dari OPD hanya dihadiri Kepala dinas (Kadin) Perikanan yang baru dilantik,Yunan Khoiron S Sos.
Waktu yang sangat singkat kurang dari satu jam acara hearing dengan Dinas Perikanan seluruh anggota komisi yang hadir secara bergantian memberikan kritik dan catatan khusus terhadap program kerja di dinas yang dipimpin mantan kepala UPBJ itu.


Sekretaris.komisi C,Hj Ainun Jariyah yang mengawali pembicaraan memberikan catatan khusus tentang kondisi Depo Pasar Ikan yang lokasinya berada di lingkar timur maupun kondisi bekas pasar ikan lama yang berada di Dukuh Bandaran kota Sidoarjo, yang kondisinya tidak terawat dan kumuh.

Berdasar pantauan kondisi dua pasar ikan tersebut saat ini sudah tidak layak lagi digunakan untuk kegiatan berjualan ikan.
“Dulu banyak sekali bangunan yang dibangun dengan menggunakan anggaran miliaran namun saat ini kondisinya sangat tidak terurus, kumuh, jalan dan halamannya becek tentu saja mengeluarkan berbau yang tidak sedap.”papar Ainun,,


Dalam kondisi tersebut menurut legislator asal PKB itu patut disayangkan,mengingat banyak pedagang baik dari dalam dan luar kota Sidoarjo melakukakan transaksi jual beli ikan produk dari hasil tambak dan laut di tempat itu.


” Ditambahkan“Program Makan bergizi gratis (MBG) ini kan membutuhkan banyak sekali ikan untuk mendukung kelangsungan program makan gratis tersbut.Jadi menurut saya keberadaan pasar ikan harus kembali dibenahi” ujar Ainun.


Senada dengan yang disampaikan oleh anggota komisi C Anang Siswandoko.Legislator dari F Gerindra itu meminta agar Dinas Perikanan memberikan perhatian lebih serius tidak hanya dua depo pasar ikan di kota Sidoarjo,namun juga terhadap keberadaan Pasar ikan yang ada di Desa Gisik Kec Sedati.
maupun di Sidoarjo.


Dari hasil pantauan saat kunjungan kerja Anang mengaku sangat miris dengan kondisi pasar sangat memprihatinkan
”Selain banyak sampah yang tak terurus, juga banyak sisik dan bekas potongan ikan yang dibuang sembarangan sehingga membuat kondisi pasar semakin kumuh dan bau menyengat.


“Anggota Komisi C meminta saudara Kepala dinas untuk melihat kondisi real pasar ikan agar bisa membuat upaya perbaikan.Syukur-syukur bila seklian ke depan bisa dirumuskan grand design pasar ikan yang ada dan modern”ulas Anang.


Sementara Emir Firdaus memberi catatan khusus terkait banyaknya aset-aset milik Pemkab Sidoarjo dibawah pengelolaan Dinas Perikanan yang saat ini tidak terurus dengan baik.


“Ada lahan milik Pemkab yang saat ini yang dikelola Kementrian Perikanan pusat untuk kepentingan pendidikan.Mereka sudah menawrakan skema tukar guling.Tolong hal ini segera di respon dengan cepat.Karena rencana ini sudah lama”ungkap Emir.


M.Rojik minta Dinas Perikanan ke depan bisa menyusun rencana untuk membuat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di wilayah Jabon.


“Lahan potensi jual beli ikan dan hasil laut di Jabon sangat besar, sehingga ketika ada pasar ikan, maka potensi perekonomian di Jabon akan semakin baik,” ulas Rojik.
Dalam ungkapan H.Choirul Hidayat ketua komisi C yang memimpin jalannya hearing, memberikan penekanan terhadap kinerja tim penyuluh dinas perikanan ke para nelayan Kupang.


Pasalnya , banyak sekali kejadian para nelayan Kupang, yang kesusahan membeli bahan bakar solar ketika akan melaut.
mungkin karena tidak faham teknis membeli solar bagi nelayan, sehingga mereka memilih membeli solar melalui pengepul dengan harga lebih tinggi.

H. Choirul Hidayat menegaskan padahal cukup dengan menyertakan kartu tanda nelayan dan nomor mesin perahu, maka nelayan ini bisa membeli solar di SPBU Pertamina yang ada. Jadi untuk kedepannya saya minta ada perbaikan kinerja dari para penyuluh dinas perikanan,” tutur Choirul Hidayat.


Untuk menjawab kritikan dari berbagai masukan Komisi C,Kepala dinas perikanan Sidoarjo Muhammad Yunan Khoiron, S.Sos., M.S, merespon permintaan dari komisi C ini dengan baik.


Yunan berjanji semua SDM yang ada di Dinas perikanan akan bekerja maksimal guna mengejar berbagai program pembangunan serta penanganan aset-aset milik pemerintah agar segera bisa diputuskan apa saja upaya yang harus dilakukan dan persiapkan,”tentunya

Kami tak akan bosan untuk meminta dukungan dan masukkan dari bapak-bapak dewan yang ada di komisi ini agar masalah pasar bisa terselesaikan dengan baik sebagaimana disampaikan dalam hearing tadi dengan Komisi C. tadi bisa segera kami lakukan”pungkas Yunan.(Kin)

banner 325x300