Blitar Kota, suaraharapan.online
Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim, ikut menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-120 tahun Kota Blitar di halaman Kantor Walikota Blitar, jalan Merdeka, Kota Blitar,” Rabu 1/4
Usai upacara dr Syahrul menyampaikan, Selamat Ulang Tahun Kota Blitar, biarlah di usia yang ke 120 tahun bukan lagi usia muda, untuk itu, seluruh elemen pemerintahan dan warga masyarakat dituntut untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja.
Untuk Pemerintah Kota Blitar, biarlah semakin matang dan diharapkan semakin maju pembangunannya serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Kota Blitar.
Selain itu, baik DPRD maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar diharapkan dapat bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat.
“Di usia yang sudah matang ini, dan tidak muda lagi, kami berharap Kota Blitar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” kata Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul.
Menurut dr.Syahrul, di tengah peringatan hari jadi Kota Blitar, terdapat adanya tantangan global yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk suplai Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Kondisi ini dapat berdampak luas, baik secara sosial maupun ekonomi,” Terang Syahrul.
Lebih dalam dr Syahrul menuturkan, untuk itu, pemerintah dituntut untuk mengambil langkah strategis melalui kebijakan efisiensi dan efektivitas, baik dari sisi anggaran maupun kinerja. “Dampaknya sudah terasa, salah satunya pemangkasan anggaran transfer dari pusat hingga ratusan miliar. Ini tentu menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah,” ungkapnya.
Masih menurut dr. Syahrul, dengan keterbatasan anggaran tersebut, DPRD mendorong seluruh jajaran Pemkot Blitar, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk tetap meningkatkan kinerja.
“Muaranya adalah pelayanan kepada warga masyarakat harus tetap optimal meski kondisi fiskal terbatas,” terangnya.
Untuk itu dr. Syahrul menghimbau kepada seluruh ASN, P3K, hingga tenaga kontrak untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, termasuk menerapkan pola hidup hemat di tengah situasi yang tidak menentu.
“Dengan kondisi sekarang semua pihak harus beradaptasi. Kinerja tetap harus maksimal, tetapi pengelolaan anggaran juga harus lebih efisien,” pungkasnya.(Atok)
















