Sidoarjo, SH
Satu minggu tiga kali arena Sabung ayam di wilayah Kecamatan Sedati, terselenggara dengan aman dan ramai. Lokasi Sabung ayam hanya berjarak 2 kilo dari kantor kepolisian terdekat.
“Rabu, Sabtu dan Minggu rutin, mainnya selalu sore,” ungkap Zae (bukan nama sebenarnya) warga Desa Sedati Gede.
Saat wartawan melakukan investigasi arena judi Sabung ayam berada tepat di samping kantor BPJS Ketenagakerjaan Juanda.
Disana terdapat lahan kosong serta papan nama tertulis milik PT. Siantar Top. Tepat di pintu pagar terdapat warung kopi yang terkadang duduk-duduk lelaki berbadan tegap dengan potongan rambut rapi.
Tidak ada larangan saat masuk ke lahan kosong tersebut. Yang cukup menariknya sebelum ke arena judi sambung ayam, tim investigasi media ini harus melalui jalan setapak dengan lebar satu meter. Kanan kiri pohon pisang tumbuh lebat. Setelah 50 meter masuk ke dalam.

Cukup kaget ratusan kendaraan roda dua, terparkir disana. Bagi pengunjung ada tarif parkir Rp 5000 rupiah.
Dari pantauan mata, saat memasuki arena kalangan sambung ayam. Terdapat tulisan bagi pengunjung dilarang mengambil foto menggunakan HP.
Ada satu arena utama dengan luas sekitar 4×5 meter dengan alas karpet. Dan di samping kanan-kiri arena utama, terdapat arena kecil ukuran 2×2 meter.
“Ayo aq pasang 200 ribu,” Teriak salah satu petaruh. Kemudian di sahut oleh seorang lelaki memegang kertas sembari mencatat. Lelaki yang belakangan diketahui bandar tersebut terlihat cukup aktif.
Di arena judi sambung ayam tersebut terdapat warung yang menyediakan gorengan serta minuman soft drinks.
Sementara itu ketika tim investigasi tanya ke salah satu penjual disana “Aman lokasi ini Cak, pernah ada razia, besoknya buka lagi. Gak berani polisi grebek,” kata BD (inisial), sembari tertawa kecil. Pedagang yang sehari-hari berjualan disana.
Paguyuban Kades di Sedati, sebut saja nama Ahmad (bukan nama sebenarnya) . Mengaku sebenarnya sudah mendengar adanya arena Sabung ayam di wilayah hukum Polsek Sedati.
“Itu ranahnya Polisi biarkan saja mereka yang mengambil sikap. Kalo ditanya pribadi, saya tidak setuju jika di desa saya, misalkan ada Sabung ayam. Namun itu tidak masuk wilayah desa kami, ” Ungkap Kades.